siesca mega

Jumat, 11 November 2011

manusia dan penderitaan


  •   Pengertian Penderitaan

Kata penderitaan berasal dari kata derita yang berasal dari bahasa sansekerta “dhra” yang artinya  menahan atau menanggung. Menurut istilah sendiri derita artinya menanggung atau meraskan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan bisa berupa lahir ataupun batin yang termasuk dalam realitas hidup manusia dan dunia. Peranan individi itu menentukan berat atau tidaknya intensitas penderitaan tersebut. Macam kasus penderitaan sesuai yang dihadapi dalam kehidupan manusia antara lain misalnya, penderitaan fisik cara mengatasinya itu dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkan, sedangkan penderitaan psikis cara penyembuhanya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan masalah yang di hadapi.

  • Siksaan

Siksaan bisa berupa siksaan badan (jasmani) atau berupa siksaan jiwa (rohani).  Seseorang yang mengalami siksaan mengakibatkan akan timbul penderitaan. Seseorang yang mengalami ketakutan yang berlebihan dan tidak pada tempatnya di sebut phobia. Para ahli iimu jiwa berpendapat bahwa phobia adalah suatu gajala dari suatu problema psikologis yang sangat dalam,yang harus ditemukan, dihadapi, dan di taklukan sebelum phobianya akan hilang.  Tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.

  •   Kekalutan mental

Kekalutan mental adalah gengguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku kurang wajar. Gajala permulaaan yang mengalami kekalutan mental antara lain :
1.       Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak nafas, demam, nyeri pada lambung
2.       Nampak pada kejiwaan dengan ras cemas, ketakkutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap- tahap gangguan kejiwaan meliputi :
1.       Gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rihani
2.       Usaha menpertahankan diri dengan cara negative
3.       Kekelutan merupakan titik patah (mental break down) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab- sebab timbulnya kekalutan mental :
1.       Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasamni atau mental yang kurang sempurna
2.       Tejadinya konflik sosial budaya
3.       Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan
Frustasi yaitu tekanan atin akibat tidak tercapainya apa yang diidnginkan. Bentuk frustasi ada bermacam-macam yaitu :
1.       Agresi : kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hypertensi / tindakan sadis yang dapat  membahayakan orang sekitar.
2.       Regresi : kembali pada pola perilsku kekanak-kanakan
3.       Fiksasi : peletakan pembatasan pada satu pola yang sama, misalnya membisu
4.       Proyeksi : usaha melemparkan kelemahan dan sikap-sikap sendiri ynag negative kepada orang lain
5.       Iedentifikasi : menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imajinasinya
6.       Narsisme : self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari pada orang lain
7.       Autisme : menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lian, ia merasa puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting
Orang yang mengalami penderitaan akan mengalami bermacam-macam sikap dalm dirinya. Misalnnya sikap negative yang meliputi penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa atau ingin membunuh dirinya sendiri, sedangakan sikap positif meliputi sikap mengatasi penderitaan, dahwa hidup bukan rangkaian penderiataan, meliankan sebuah perjuangan membebaskan didi dari penderitaan dan penderitaan itu hanya bagian dari kehidupan.
sumber: buku panduan ilmu budaya dasar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar